Pencarian

Rabu, 03 Agustus 2016

Perjalanan Ke Gunung Tangkuban Perahu

Saat melihat Gunung Tangkuban Perahu dari jarak jauh terlintas keinginan untuk menyambangi kembali gunung tersebut, tentu saja dengan cara yang sama yaitu berjalan kaki memutarinya hingga sampai ke kawah bagian belakang, sungguh perjalanan yang melelahkan tapi mengasyikan yang telah lama tidak saya lakukan. Nah untuk sedikit mengenal gunung tersebut saya bahas sedikit ya tentang legenda gunung dan perjalanan yang pernah saya alami ke gunung legendaris tersebut.

Nama Tangkuban parahu yang dalam bahasa Indonesia berarti Perahu Terbalik diambil berdasarkan pada legenda pangeran yang frustasi bernama Sangkuriang, pangeran tersebut dikisahkan ingin menikahi ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Tetapi karena gagal memenuhi syarat yang dibuat oleh Dayang Sumbi untuk menyelesaikan pembuatan perahu dalam satu malam, Sangkuriang pun marah dan menendang perahu buatannya tersebut hingga terbalik. Maka hingga saat ini nama itu melekat pada gunung merapi yang berada di kawasan utara kota Bandung tersebut.

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai banyak kawah yang diakibatkan oleh letusan selama tahun 1829-1929. Kawah-kawah itu antara lain: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas (area geothermal) dan kawah jurig. Gunung Tangkuban perahu berjarak kurang lebih 29 Km dari Kota Bandung, dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dari Bandung menuju Subang melalui Ledeng dan Lembang. Namun bagi penggemar hiking seperti saya ini hehe,, bisa melakukan perjalanan melalui jalur lain untuk menuju ke puncak atau kawah gunung Tangkuban Perahu tersebut. Jalur ini bisa dimulai dari daerah seputaran Curug Cimahi dan Sukawana. Namun sekarang ini ketika akan memasuki Sukawana kita harus masuk dulu ke tempat wisata baru yang bernama Ciwangun Indah Camp (CIC).Perjalanan antara Sukawana-Tangkuban parahu menyajikan pemandangan yang indah. Jika beruntung, saat kita datang pada musim strawberry maka di sepanjang perjalananan kita bisa memetik dan menikmati buah strawberry, gratis lho! Sebab pohon strawberrynya memang tumbuh dengan sendirinya.Perjalanannya itu sendiri memang cukup jauh dan cukup melelahkan, namun semua itu akan segera sirna setelah kita sampai di tempat tujuan. Tepat di tepi kawah, kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat mengagumkan.Tepi kawah ini tidak di pagar seperti tepi kawah yang berada di lokasi utama karena jalur yang dilalui adalah jalur belakang. Untuk mencapai lokasi utama tempat berkumpulnya para wisatawan masih membutuhkan sekitar 2 jam perjalanan dari tepi kawah ini, nah lumayan melelahkan juga kan! Tapi bagi para penggemar hiking atau sang pejalan hal itu tidak menjadi persoalan, karena kepuasan yang didapat sepanjang perjalanan mampu menghapus rasa lelah yang dialami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar