Pencarian

Kamis, 31 Desember 2015

Terlalu Mengejar Dunia, Bisa Lupakan Akhirat

Pada postingan awal tahun ini kita membahas soal semangat usaha mengejar kebahagiaan dunia tanpa harus melupakan urusan-urusan ibadah yang berkaitan dengan bekal kita di akhirat kelak, tentu saja tanpa bermaksud menggurui, karena kita masih sama-sama belajar bukan? kita ini hanya saling berbagi dan mengingatkan saja seperti anjuran dalam Al-Qur'an surat Al-Ashr.

Bagi orang yang tidak beriman, menjalani waktu bagaikan mengarungi belantara hutan yang tidak pernah ada ujungnya, atau menyeberangi lautan luas yang tidak pernah bertepi. Mereka terus bergelut dengan ambisi, memenuhi keinginan nafsu yang tidak pernah membuat lapar dan dahaganya berkurang. Orang-orang seperti ini akan merasa lelah dalam menjalani hidupnya karena seluruh keringat, pikiran, dan usahanya tak pernah membuatnya merasa cukup. Semakin banyak usaha yang ia peroleh semakin tinggi tuntutan untuk memperoleh yang lebih banyak. Peluh yang menetes ternyata hanya memberi kepuasan yang makin membakar nafsu untuk mendapatkan yang lebih besar.

Seorang sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas mengungkapkan "Sesungguhnya ada seorang hamba yang sangat terobsesi mencapai sesuatu, baik masalah bisnis maupun kekuasaan. Dan sebenarnya ia dimudahkan untuk mencapai keinginanya itu. Tapi Allah melihatnya, lalu berkata pada Malaikat-Nya, "Hindari dia dari apa yang diinginkanya itu, karena sesungguhnya jika aku mudahkan dia memperoleh keinginannya, maka ia akan masuk neraka." Maka orang itu pun dihindari oleh Allah dari apa yang diinginkannya. Selanjutnya orang tersebut menduga-duga dengan mengatakan, "Kenapa fulan lebih berhasil dariku, kenapa fulan lebih unggul dariku." Padahal apa yang terjadi itu tidak lain kecuali karunia Allah belaka." (Nurul Iqtibas,49).

Sebenarnya dalam menjalani waktu bukan berarti kita tidak boleh terobsesi oleh sesuatu, kita tetap dianjurkan untuk bekerja keras dalam menjalani hidup ini dengan tidak melupakan apa-apa yang telah diperintahkan dan apa-apa yang dilarang oleh Allah, tapi biasanya orang yang terlalu keras bekerja untuk meraih segala sesuatu yang ia inginkan cenderung melalaikan Allah SWT, karena kelelahan dan waktunya habis terpakai untuk memenuhi segala keinginanya itu.

Oleh karena itu sebisa mungkin kita bertindak seimbang kala mengerjakan urusan dunia dengan urusan akhirat, bahkan saat mengerjakan.urusan duniapun tetap dilakukan dengan jalan yang diridhai oleh Allah yaitu melakukan hal-hal yang sifatnya halal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar