Pencarian

Minggu, 13 Desember 2015

Remaja, Stress dan Patah Hati

Kehidupan remaja saat ini memang penuh tantangannya, di era teknologi informasi yang tinggi seperti ini tuntutannya pun semakin meningkat. Maka tak mengherankan jika anak-anak remaja saat ini memang rentan
mengalami stres akibat patah hati setelah mengalami hal-hal yang tidak dia inginkan atau yang tidak mampu ia lakukan. Patah hati yang kerap terjadi pada remaja biasanya adalah karena putus cinta, tidak naik kelas dan lain-lainnya.
Patah hati bisa berlanjut menjadi patah
semangat, putus asa, nggak
bergairah hidup hingga akhirnya
mereka menjadi apatis.
Masa remaja adalah masa yang
penuh tantangan. Masa remaja
adalah masa awal untuk berangkat dewasa. Jika masa remaja telah patah hati lalu putus asa, setelah dewasa nanti akan menyesal. Jika suatu saat tidak naik kelas atau tidak lulus ujian, carilah penyebabnya, bukannya malah patah hati, tidak mau belajar dan malah berhenti sekolah.
Patah hati itu berefek negatif, patah hati dapat mengakibatkan gangguan kejiwaan. Pada masa remaja bisa saja gangguan jiwa itu belum terasa, tapi lama kelamaan, rasa patah hati dan penyesalan yang berkepanjangan akan merusak jiwa, penyesalan itu lebih berat, apalagi jika terbawa terus hingga dewasa. Orang yang patah hati itu lebih
banyak menggunakan emosi
daripada pikirannya. Mestinya setiap kegagalan itu dijadikan pelajaran bukan malah patah hati. Peran keluarga tentu sangatlah penting saat remaja tengah mengalami kegagalan lalu patah hati. Orangtua harus mampu memahami perasaan anak remajanya, menghibur dan kembali memotivasi bahwa kegagalan itu bukanlah akhir segalanya, melainkan sebuah pelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang mengakibatkan kegagalan itu
terulang kembali.
Dan yang paling penting adalah
peranan agama, dekatkanlah remaja pada nilai-nilai agama maka mereka akan lebih kuat.

Dalam Islam tidak ada istilah patah hati, jika suatu saat mengalami kkegagalan, resapi kegagalan itu dan ambil hikmahnya  Jadi remaja muslim
tidak boleh mudah patah hati,
apalagi putus asa. Islam melarang keras yang namanya putus asa. Maka tetaplah semangat !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar