Pencarian

Kamis, 09 April 2015

Mencermati Twitwar Di Linimasa Twitter

Di era teknologi yang akhirnya melahirkan media sosial di internet seperti Facebook dan Twitter, orang-orangpun seperti memiliki kebebasan berpendapat. Ada yang menggunakan akun asli dan adapula yang menggunakan akun anonim. Sebagai salah satu netizen aktif aku pun ikut berkecimpung di sosial media baik itu di facebook maupun di twitter. Namun kali ini aku akan bercerita tentang hiruk pikuk di linimasa twitter.

Twitter adalah salah satu media sosial yang paling sering digunakan oleh kalangan politikus dan selebritis, maka tal heran jika media sosial yang sering disebut micro blogging ini kerap dijadikan alat propaganda untuk suatu kepentingan politik. Di Indonesia sangat terasa sekali panasnya perang opini pada waktu pileg dan pilpres 2014 bahkan hingga sekarang ini. Debat politik, adu argumen perang opini hingga debat kusir antar tokoh politik ternama seringkali terjadi, hal-hal tersebut di ranah twitter dikenal dengan sebutan Twitwar!

Aku sering membaca dan menjadi saksi twitwar antar tokoh politik, artis hingga orang-orang biasa yang saling adu pendapat atau bahkan saling caci maki belaka untuk membela kelompoknya masing-masing. Bahkan twitwar yang terjadi di linimasa twitter itu pernah ada yang berujung adu fisik! Setelah mereka janjian untuk ketemu.

Namun ada hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari twitwar yang seringkali terjadi di twitter tersebut, terutama twitwar yang argumentatif, dari situ kita bisa mengetahui hal-hal yang kadang tidak atau belum terungkap di media-media mainstream seperti TV dan Koran. Setidaknya dengan melihat dan membaca adu argumen di antara mereka, kita dapat menganalisa dan mengkaji pemberitaan atau isu yang Tengah terjadi, sehingga Kota dapat menyikapi dengan bijak dan proporsional serta tidak langsung menelan berita-berita yang datang pada kita. Karena twitwar yang sering terjadi biasanya memang tentang isu-isu yang lagi aktual, meski tak jarang pula yang bersifat faktual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar