Pencarian

Sabtu, 14 Maret 2015

Perbedaan Pemimpin Dengan Boss

Sepintas antara Pemimpin (Leader) dengan boss itu sama, namun sebenarnya ada perbedaanya loh, bahkan kadang-kadang perbedaanya itu bertolak belakang, bahkan dampak pada bawahannya juga tak jarang berbeda. Yuk kita bahas sedikit mengenai perbedaan antara seorang pemimpin dengan seorang boss! Kita Mulai dulu dari gaya seorang boss, biasanya boss itu selalu main perintah, gampang marah-marah, berkata kasar, sombong, membangun citra, gampang mengancam dan memberi sanksi serta menggerakan bawahannya dengan cara menakut-nakuti, gaya kepemimpinan boss itu hampir mirip mandor sebuah proyek hehe.., maka dampak kepada bawahannya pun cenderung tidak baik, biasanya bawahan bekerja baiknya temporal, dia bekerja baik saat ada si bosnya saja, setelah bosanya ga ada ia akan kembali ke tabiat lamanya. Gaya kepemimpinan Boss yang suka marah-marah ini akan lebih menguras energi karena apa yang ia lakukan terhadap bawahannya hanya berdampak temporal, dan ikatan kepemimpinan yang terbangun adalah berupa kebencian, kekesalan dan ketakutan.

Lain hal nya dengan Leader/Pemimpin, cara kerjanya lebih cenderung bersifat mengajak daripada perintah, tidak menebarkan rasa takut melainkan dengan teladan dan visi yang jelas, perbaikannya sistematis. Antara atasan dan bawahan seperti satu tubuh, dengan menggunakan kita yang menggambarkan sebuah teamwork. Nah gaya kepemimpinan seorang boss biasanya menggunakan kata saya atau kamu, makin parah lagi kalau ada bos yang menggunakan kata gue atau elu! Sambik nunjuk-nunjuk lagi!
Lalu perbedaan lain yang juga cukup mencolok antara seorang pemimpin dengan boss adalah dari pembawaannya, seorang pemimpin biasanya bersikap lebih tenang dengan ide yang segar dan menghasilkan pencapaian yang mengagumkan energi kepemimpinannya terpakai dengan efektif dan efisien. Marahpun terkelola secara proporsional, tidak Asal dan tidak memaki-maki dengan kata yang kasar, maka gaya kepemimpinan seperti ini cenderung banyak disukai oleh bawahannya, sehingga lahirlah rasa respek. Sementara gaya seorang boss yang meledak-ledak, suka memaki-maki dengan kata kasar, arogan dan angkuh cenderung melahirkan kebencian dan menciptakan suasana tegang.
Mudahan-mudahan saja para pemimpin kita termasuk pemimpin yang bergaya seorang leader bukan boss, agar suasana lebih kondusif, nyaman dan bisa memberi telasan kepada rakyat yang dipimpinnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar