Pencarian

Minggu, 08 Maret 2015

Opini Media Mainstream

Dulu salah satu acara favorit saya di televisi adalah berita, dulu koran atau surat kabar adalah salah satu Barang yang perlu dibeli, namun sekarang ini tidak lagi! Nonton berita di tv seperlunya saja, beli koranpun sudah sangat jarang, apalagi sekarang sudah banyak media online. Keengganan atau faktor Mulai tidak suka melihat pemberitaan media itu, setelah saya merasa media itu tidak lagi objektiv atau seimbang dalam menyampaikan berita. Media sekarang ini lebih cenderung beropini sendiri untuk mempengaruhi publik demi kepentingan pemilik media dan golongannya. Media yang semestinya menjadi alat penyampai informasi yang independen kini menjadi alat propaganda! Dan ini jelas terlihat dilakukan oleh media-media mainstream atau media-media besar yang menguasai ranah pemberitaan di Indonesia. Puncak keterbukaan media baik itu media elektronik seperti tv dan radio atau media cetak seperti koran dan majalah, bahkan sampai ke media online soal keberpihakannya itu pada saat Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2014 yang lalu. Selain sebagai alat propaganda, media juga terlihat sekali menjadi alat pencitraan yang ampuh.

Di ranah internet, media-media mainstream ini memang masih menguasai pemberitaan, sehingga masih kuat perannya dalam mempengaruhi opini publik, namun perlawanan dari media-media non mainstream cukup kuat di jagat internet, karena kemudahan membuat situs, sehingga banyak bermunculan situs-situs media online yang coba menerobos hegemoni situs-situs media online utama, sekaligus bertempur langsung dalam perang opini.
Internet memang sangat membantu dalam penyebaran informasi, sehingga kita tidak harus dicekoki oleh pemberitaan dari media yang itu-itu saja, sehingga Kita memiliki pembanding dan tidak mudah lagi terbawa oleh opini media-media mainstream tersebut setelah mengkaji dan menganalisanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar