Pencarian

Senin, 02 Maret 2015

Apa Itu Majelis Tahkim

Dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, daerah, nasional hingga internasional selalu saja ada yang namanya persengketaan, nah biasanya untuk menyelesaikan berbagai persengketaan tersebut kerap kali dibuat sebuah badan, meskipun tak jarang pembuatan badan tersebut tidak membuahkan hasil yang dicapai atau tidak menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak yang bertikai. Nah kadang saya juga penasaran, apakah ada pada jaman kekhalifahan Islam sebuah badan yang dibentuk untuk memyelesaikan suatu persengketaan. Ternyata di masa kekalifahan terutama saat kekhalifahan Ali bin Abu Thalib ada sebuah badan yang bernama Majelis Tahkim. Majelis ini sangat terkenal di jaman kekhalifan Ali bin Abu Thalib, majelis tahkim adalah suatu badan yang bertujuan menyelesaikan persengketaan atau pertikaian antara kelompok.khalifah Ali bin Abu Thalib dengan kelompok Mu'awiyah. Setiap delegasi mempunyai seratus anggota, delegasi Mu'awiyah dipimpin oleh Amr bin Ash yang terkenal sebagai ahli siasat, sedangkan delegasi Ali diketuai oleh Abu Musa Al Asy'ari seorang sahabat Nabi yang jujur dan soleh. Misi majelis tahkim ini gagal dengan terjebaknya delegasi Ali oleh kepiawaian dari Amr bin Ash, dampak dari kegagalan majelis tahkim ini berlanjut dengan berbagai tragedi dan diakhiri dengan terbunuh Ali bin Abu Thalib oleh kaum Khawarij yang tidak menyukai kepemimpinan Ali pasca majelis tahkim, selain tidak menyukai kepemimpinan Ali, kaum khawariz juga tidak suka pada kelompok Mu'awiyah. Kaum khawariz berasal dari kelompok Ali bin Abu thalib yang balik membangkang terhadap Ali karena sudah tidak percaya lagi pada khalifah Ali. Selain membunuh khalifah Ali sebenarnya target kaum khawarij juga ingin membunuh Mu'awiyah dan Amr bin Ash, namun pada kedua orang ini kaum khawarij gagal melakukannya. Tragedi terbunuhnya khalifah Ali bin Abu Thalib pasca Majelis Tahkim ini menandai berakhirnya masa kekhalifahan Khulafaur Rasyidin dari sejak Abu Bakar as Siddiq, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar