Pencarian

Rabu, 24 Desember 2014

Fenomena Maksiat Di Malam Tahun Baru

Sudah tidak aneh lagi jika setiap menjelang malam tahun baru, bagi sebagian besar orang adalah momentum pesta pora yang sayang untuk dilewatkan, namun berbagai cara yang mereka lakukan kebanyakannya berbau maksiat. Dan itu dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Pesta minuman keras dan hubungan yang tidak halal antar lawan jenis menjadi skenario utama selain penghamburan uang yang diwakili oleh gemerlapnya kembang api yang menghiasi malam pergantian tahun tersebut.

Hotel-hotel dan villa-villa menjadi tempat berpesta pora masyarakat kalangan atas, sedangkan lapangan terbuka, alun-alun kota, tepi pantai dan kawasan pegunungan menjadi tempat favorit masyarakat kalangan menengah ke bawah untuk merayakan malam tahun baru tersebut. Namun adapula yang mengadakan acara penyambutan tahun baru tersebut di sekitar tempat tinggalnya dengan acara bakar ayam, ikan dan bakar-bakar lainnya. Namun tetap saja dimanapun pesta malam tahun baruan tersebut dilakukan, unsur kemaksiatan itu selalu ada, memang sih nggak semuanya begitu, tapi faham maksiatisme memang sudah merasuk dalam diri sebagian besar masyarakat. Di hari-hari biasa saja kemaksiatan sudah merajalela, apalagi di malam tahun baru, yang sudah menjadi ritual tahunan, dimana masyarakat diberi kebebasan untuk berpesta, sehingga peraturan menjadi longgar. Orang tua memberi izin spesial untuk anak gadisnya yang mau keluar rumah hingga pulang pagi, tanpa khawatir apa yang akan dilakukan oleh anaknya itu semalaman, memberikan uang lebih kepada anaknya, tanpa mau tahu untuk apa uang itu dipergunakan. Maka tak heran apabila intensitas kemaksiatan di malam tahun baru lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari
biasa.
Alangkah baiknya jika penyambutan tahun baru dilakukan secara positif dengan menjauhi hal-hal yang berbau maksiat, merenungi perjalanan hidup yang telah lalu dan berusaha mencoba untuk menjadi lebih baik. Kegembiraan menyambut datangnya tahun baru boleh saja selama dilakukan dengan positif tanpa ada unsur maksiat, bahkan dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata alam seperti gunung atau pantaipun bisa menjadi hal positif jika diniatkan untuk bertadabur alam, bertafakur dan bersyukur atas nikmat umur yang telah diberikan oleh Allah saat tahun yang baru datang untuk kita jalani dan isi dengan hal-hal yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar